ILMU FARMASIS FARMAKOLOGI
- FARMAKOLOGI
- Pengertian ...
Farmakologi adalah Ilmu yang mempelajari§ interaksi antara obat dengan konstituen tubuh hingga
timbul suatu efek terapi. Ruang
Lingkup Farmakologi :§ 1. Farmakokinetika 2. Farmakodinamika 3.Toksikologi 4.
interaksi Obat
- FARMAKOKINETIKA
Farmakokinetik adalal aspek farmakologi§ yang mencakup nasip obat dalam tubuh yaitu absorpsi,
distribusi, metabolisme dan ekskresi.
Dalam tubuh manusia, obat harus menembus§ sawar (barrier) sel di berbagai jaringan. Peristiwa penting dalam proses§ farmakokinetik ialah transport lintas membran
- ABSOBSI Absorbsi
adalah perpindahan obat dari§ tempat aplikasi (pemberian) ke dalam sirkulasi
sistemik (peredarar darah) Absobsi
adalah proses penyerapan obat dari§ tempat pemberian, menyangkut kelengkapan dan kecepatan
proses tersebut
- Faktor-faktor yang mempengaruhi absorpsi obat antara
lain : 1. kecepatan disolusi obat 2. ukuran partikel 3. kelarutan dalam
lipid 7. motilitas usus 8. pengaruh makanan atau obat lainya 9. cara/rute
pemberian
- DISTRIBUSI
Distribusi obat ke seluruh tubuh terjadi pada§ saat obat mencapai sirkulasi darah Distribusi obat dibedakan atas dua fase§ berdasarkan penyebarannya di dalam tubuh : 1. Fase
pertama 2. Fase kedua
- 1. Fase pertama terjadi segera setelah penyerapan,
yaitu ke organ yang perfusinya sangat baik misalnya jantung, hati, ginjal,
dan otak 2. Fase Kedua fese distribusi ini jauh lebih luas yaitu mencakup
jaringan yang perfusinya tidak begitu baik misalnya otot, kulit dan
jaringan lemak
- Distribusi atau
air 4. ionisasi 5. aliran darah pada tempat absorpsi 6. kecepatan
pengosongan lambung obat ke dalam Sistem Saraf Pusat§ (SSP) dibatasi karena terdapat sawar darah otak (blood
brain barrier) yang terdiri dari pembuluh darah kapiler dengan dinding
tebal sehingga membatasi pergerakan molekul obat masuk ke dalam jaringan
otak. Sawar (pengahalang) ini juga
berindak§ sebagai membran selektif permeabel yang menjaga SSP
- BIOTRANSFORMASI
Biotransformasi atau metabolisme obat ialah§ proses perubahan struktur kimia obat yang terjadi
dalam tubuh dan dikatalis oleh enzim
Pada proses ini molekul obat diubah menjadi§ lebih polar atau mudah larut dalm air (hidrofilik)
sehingga lebih mudah diekskresikan melalui ginjal Obat akan menjdi inaktif sehingga§ biotransformasi berperan dalam mengakhiri kerja obat
- EKSKRESI Obat
yang di keluarkan dari tubuh berbagai§ organ ekskresi dalam bentuk metabolit hasil
biotransformasi Ekskresi obat
melalui :§ 1. Ginjal 2. Empedu atau usus 3. Paru-paru
- Ekskresi Melalui Gijnal
Ginjal merupakan organ ekskresi yang§ terpenting
Ekskresi di ginjal merupakan resultante dari 3§ proses, yakni : 1. Filtrasi di glomerolus 2.
Reabsorbsi tubulus 3. Sekresi tubulus
- Ekskresi melalui empedu atau usus Senyawa obat yang di ekskresikan dengan§ empedu yaitu senyawa yang memiliki bobot molekul lebih
dari 500 dan metabolit yang dikeluarkan bersama menuju usus Senyawa dengan bobot molekul 300 lebih§ baik diekskresikan dalam ginjal Contoh obat :§ Ampisilin, Rimfampisin, tetrasiklin
- dalam usus,
konjugat yang disekskresikan§ melalui empedu sebagian diuraikan lagi dan sebagaian
besar direabsorbsi. Ekskresi
senyawa obat melalu usus jarang§ terjadi Jika
ekskresi terjadi, disebabkan oleh§ absorbsi yang kurang sempurna atauekresi melalui
empedu tanpa reabsorbsi
- Ekresi melalui paru-paru Selain sebagai alat pernafasan paru-paru
juga§
berfungsi sebagai alat pengeluaran
Zat yang di keluarkan oleh paru-paru adalah§ karbon dioksida (CO2) dan uap air (H2O)
- FARMAKODINAMIKA
Farmakodinamik adalah cabang ilmu yang§ mempelajari efek biokimiawi dan fisiolagi obat serta
mekanisme kerjanya.
- Mekanisme Kerja Obat
Efek obat umumnya timbul karena interaksi§ obat dengan reseptor pada sel suatu organisme Adanya interaksi obat dan reseptor§ mencetus perubahan biokimiawi dan fisiologi yang
merupakan respon khas dari obat
Reseptor obat merupakan komponen§ makromolekul fungsional yang mencakup 2 komponen
penting
- Pertama, obat
dapat mengubah kecepatan§ kegiatan faal tubuh
Kedua, obat tidak menimbulkan suatu fungsi§ baru tetapi hanya memodulasi fungsi yang sudah ada.
- Reseptor Obat
Reseptor dibagian ekternal memiliki§ beberapa tempat ikatan, dari beberapa tempat tersebut
ada yang merupakan “site active” obat. Sementara tempat lain dapat
merupakan pendukung aktivitas bila ditempati oleh molekul sesuai Dikenal adanya agonis, agonis alosterik,§ agonis parsial, antagonis kompetitif, antagonis non
kompetitif, antagonis non kompetitif dan antagonis alosterik
- Agonis Suatu
senyawa (obat/senyawa lain) yang§ dapat terikat pada reseptor pada “site active” dan
menghasilkan sinyal yang sama dengan ligan atau senyawa endogen Sinyal yang timbul dapat lebih dari satu
sinyal§
yang nantinya akan merubah hantaran ionik dan kemudian mengaktifkan
enzim Kekuatan sinyal yang
ditimbulkan tergantung§ dari total reseptor yang berhasil ditempati oleh
senyawa obat tersebut
- Alosterik Aktivator
Suatu senyawa yang terikat pada”site” lain pada§ reseptor yang sama dan memberikan efek yang memperkuat
sinyal yang diberikan oleh agonis
Ada istilah agonis parsial yang pada intinya§ adalah senyawa agonis yang memiliki sebagian molekul
yang sesuai dengan struktur dari “site active” reseptor, bagian selebihnya
tidak sesuai dengan struktur reseptor atau sesuai dengan “site” lain dari
reseptor tersebut
- Antagonis Kompetitif
Suatu senyawa yang dapat terikat pada “site§ active” reseptor dan bertindak sebagai kompetitor
terhadap senyawa endogen atau kompetitor agonis Senyawa antagonis umumnya memblok§ sinyal yang diberikan oleh agonis Karena sifatnya kompetitif sehingga
jumlah§
yang lebih tinggi yang akan menang dalam persaingan ini
- Antagonis Alosterik
Sering dikenal dengan antagonis non§ kompetitif
Senyawa ini dapat terikat di “site” lain dari§ reseptor dan hasil ikatanya akan memberikan penguatan
efek bloking yang diberikan oleh antagonis kompetitif
- Istilah Penting dalam Farmakologi Zat aktif : Suatu bahan yang menyebabkan§ perubahan fungsi biologi di dalam tubuh melalui reaksi
kimia Indikasi : Petunjuk kegunaan
obat dalam§ pengobatan ex : obat paracetamol diindikasikan untuk
- FARMAKOLOGI
- Pengertian ...
Farmakologi adalah Ilmu yang mempelajari§ interaksi antara obat dengan konstituen tubuh hingga
timbul suatu efek terapi. Ruang
Lingkup Farmakologi :§ 1. Farmakokinetika 2. Farmakodinamika 3.Toksikologi 4.
interaksi Obat
- menurunkan demam/panas, meringankan rasa sakit pada
kepala dll
- Kerja suatu obat umumnya didasari suatu§ rangkaian reaksi, yang dibagi dalam tiga fase : 1.
fase farmaseutik 2. fase farmakokinetika 3. fase farmakodinamika
- Fase Farmasetika
Pada fase ini meliputi hancurnya bentuk§ sediaan obat dan melarutnya bahan obat. Obat yang melalui fase ini kebayakan
bentuk§
sediaan padat sehingga pada fase ini ditentukan oleh sifat-sifat galenik obat
- Fase Farmakokinetika
Pada fase ini tersiri dari proses invasi dan§ evasi Invasi
ialah proses-proses yang berlangsung§ pada pengambilan suatu bahan obat ke dalam organisme
(absorpsi, distribusi) Evasi
(eliminasi) merupakan proses-proses§ yang menyebabkan penurunan konsentrasi obat dalam
organisme (biotrasformasi, ekskresi)
- Fase Farmakodinamika Pada fase ini merupakan interaksi
obat- reseptor dan juga proses-proses yang terlibat dimana akhir dari efek
farmakologi terjadi
- FARMAKOKINETIKA
Farmakokinetik adalal aspek farmakologi§ yang mencakup nasip obat dalam tubuh yaitu absorpsi,
distribusi, metabolisme dan ekskresi.
Dalam tubuh manusia, obat harus menembus§ sawar (barrier) sel di berbagai jaringan. Peristiwa penting dalam proses§ farmakokinetik ialah transport lintas membran
- ABSOBSI Absorbsi
adalah perpindahan obat dari§ tempat aplikasi (pemberian) ke dalam sirkulasi
sistemik (peredarar darah) Absobsi
adalah proses penyerapan obat dari§ tempat pemberian, menyangkut kelengkapan dan kecepatan
proses tersebut
- Faktor-faktor yang mempengaruhi absorpsi obat antara
lain : 1. kecepatan disolusi obat 2. ukuran partikel 3. kelarutan dalam
lipid atau air 4. ionisasi 5. aliran darah pada tempat absorpsi 6.
kecepatan pengosongan lambung 7. motilitas usus 8. pengaruh makanan atau
obat lainya 9. cara/rute pemberian
- DISTRIBUSI
Distribusi obat ke seluruh tubuh terjadi pada§ saat obat mencapai sirkulasi darah Distribusi obat dibedakan atas dua fase§ berdasarkan penyebarannya di dalam tubuh : 1. Fase
pertama 2. Fase kedua
- 1. Fase pertama terjadi segera setelah penyerapan,
yaitu ke organ yang perfusinya sangat baik misalnya jantung, hati, ginjal,
dan otak 2. Fase Kedua fese distribusi ini jauh lebih luas yaitu mencakup
jaringan yang perfusinya tidak begitu baik misalnya otot, kulit dan
jaringan lemak
- Distribusi obat
ke dalam Sistem Saraf Pusat§ (SSP) dibatasi karena terdapat sawar darah otak (blood
brain barrier) yang terdiri dari pembuluh darah kapiler dengan dinding
tebal sehingga membatasi pergerakan molekul obat masuk ke dalam jaringan
otak. Sawar (pengahalang) ini juga
berindak§ sebagai membran selektif permeabel yang menjaga SSP
- BIOTRANSFORMASI
Biotransformasi atau metabolisme obat ialah§ proses perubahan struktur kimia obat yang terjadi
dalam tubuh dan dikatalis oleh enzim
Pada proses ini molekul obat diubah menjadi§ lebih polar atau mudah larut dalm air (hidrofilik)
sehingga lebih mudah diekskresikan melalui ginjal Obat akan menjdi inaktif sehingga§ biotransformasi berperan dalam mengakhiri kerja obat
- EKSKRESI Obat
yang di keluarkan dari tubuh berbagai§ organ ekskresi dalam bentuk metabolit hasil
biotransformasi Ekskresi obat
melalui :§ 1. Ginjal 2. Empedu atau usus 3. Paru-paru
- Ekskresi Melalui Gijnal
Ginjal merupakan organ ekskresi yang§ terpenting
Ekskresi di ginjal merupakan resultante dari 3§ proses, yakni : 1. Filtrasi di glomerolus 2.
Reabsorbsi tubulus 3. Sekresi tubulus
- Ekskresi melalui empedu atau usus Senyawa obat yang di ekskresikan dengan§ empedu yaitu senyawa yang memiliki bobot molekul lebih
dari 500 dan metabolit yang dikeluarkan bersama menuju usus Senyawa dengan bobot molekul 300 lebih§ baik diekskresikan dalam ginjal Contoh obat :§ Ampisilin, Rimfampisin, tetrasiklin
- dalam usus,
konjugat yang disekskresikan§ melalui empedu sebagian diuraikan lagi dan sebagaian
besar direabsorbsi. Ekskresi
senyawa obat melalu usus jarang§ terjadi Jika
ekskresi terjadi, disebabkan oleh§ absorbsi yang kurang sempurna atauekresi melalui
empedu tanpa reabsorbsi
- Ekresi melalui paru-paru Selain sebagai alat pernafasan paru-paru
juga§
berfungsi sebagai alat pengeluaran
Zat yang di keluarkan oleh paru-paru adalah§ karbon dioksida (CO2) dan uap air (H2O)
- FARMAKODINAMIKA Farmakodinamik
adalah cabang ilmu yang§ mempelajari efek biokimiawi dan fisiolagi obat serta
mekanisme kerjanya.
- Mekanisme Kerja Obat
Efek obat umumnya timbul karena interaksi§ obat dengan reseptor pada sel suatu organisme Adanya interaksi obat dan reseptor§ mencetus perubahan biokimiawi dan fisiologi yang
merupakan respon khas dari obat
Reseptor obat merupakan komponen§ makromolekul fungsional yang mencakup 2 komponen
penting
- Pertama, obat
dapat mengubah kecepatan§ kegiatan faal tubuh
Kedua, obat tidak menimbulkan suatu fungsi§ baru tetapi hanya memodulasi fungsi yang sudah ada.
- Reseptor Obat
Reseptor dibagian ekternal memiliki§ beberapa tempat ikatan, dari beberapa tempat tersebut
ada yang merupakan “site active” obat. Sementara tempat lain dapat merupakan
pendukung aktivitas bila ditempati oleh molekul sesuai Dikenal adanya agonis, agonis alosterik,§ agonis parsial, antagonis kompetitif, antagonis non
kompetitif, antagonis non kompetitif dan antagonis alosterik
- Agonis Suatu
senyawa (obat/senyawa lain) yang§ dapat terikat pada reseptor pada “site active” dan
menghasilkan sinyal yang sama dengan ligan atau senyawa endogen Sinyal yang timbul dapat lebih dari satu
sinyal§
yang nantinya akan merubah hantaran ionik dan kemudian mengaktifkan
enzim Kekuatan sinyal yang
ditimbulkan tergantung§ dari total reseptor yang berhasil ditempati oleh
senyawa obat tersebut
- Alosterik Aktivator
Suatu senyawa yang terikat pada”site” lain pada§ reseptor yang sama dan memberikan efek yang memperkuat
sinyal yang diberikan oleh agonis
Ada istilah agonis parsial yang pada intinya§ adalah senyawa agonis yang memiliki sebagian molekul
yang sesuai dengan struktur dari “site active” reseptor, bagian selebihnya
tidak sesuai dengan struktur reseptor atau sesuai dengan “site” lain dari
reseptor tersebut
- Antagonis Kompetitif
Suatu senyawa yang dapat terikat pada “site§ active” reseptor dan bertindak sebagai kompetitor
terhadap senyawa endogen atau kompetitor agonis Senyawa antagonis umumnya memblok§ sinyal yang diberikan oleh agonis Karena sifatnya kompetitif sehingga
jumlah§
yang lebih tinggi yang akan menang dalam persaingan ini
Antagonis Alosterik
Sering dikenal dengan antagonis non§ kompetitif Senyawa ini dapat terikat di “site” lain dari§
reseptor dan hasil ikatanya akan memberikan penguatan efek bloking yang
diberikan oleh antagonis kompetitif
KEMOTERAPETIKA dalam FARMAKOLOGI
Yang termasuk kelompok kemoterapi adalah:
a) Antibiotika
b) Sulfonamide
c) Anti Malaria
d) Anti Amoeba
e) Anthelmintika(Anti cacing)
f) Anti Vius
g) Anti Jamur
h) Anti Neoplastika (sitostatika)
i)
Anti TBC
j)
Anti Lepra
A.
antibiotik
1.
Golongan Penicillin (golongan beta laktam)
NO.
|
NAMA
GENERIK
& LATIN
|
NAMA
DAGANG
|
1.
|
Benzyl Penicillin
|
Procaine Penicillin-G
|
2.
|
Penisilin V
( Phenoxymethyl Penicillin )
|
Fenocin
Ospen
|
3.
|
Ampisilin
|
Penbritin
Kalpicillin
Omnipen
|
3.
|
Ampisilin
|
Viccillin
|
4.
|
Amoksisilin
|
Amoxil
|
5.
|
Co-amoxyclav
(Amoksisilin
+ As.clavulanat )
|
Augmentin
|
6.
|
Sultamicillin
(
Ampicillin + Sulbactam )
|
Unasyn
|
7.
|
Kloksasilin
|
Ikaclox
|
2. Golongan
Sefalosporin (golongan beta laktam)
NO.
|
NAMA
GENERIK
&
LATIN
|
NAMA DAGANG
|
1.
|
Sefadroksil
|
Duricef
Cefat
|
2.
|
Sefotaksim
|
Claforan
|
3.
|
Sefaleksin
|
Tepaxin
|
4
|
Sefriakson
|
Rocephin
|
5.
|
Sefradin
|
Velosef
|
6.
|
Sefuroksim
|
Zinnat
|
3. Golongan
Aminoglikosida
NO.
|
NAMA
GENERIK
& LATIN
|
NAMA DAGANG
|
1.
|
Gentamisin Sulfat
|
Garamycin
|
2.
|
Amikasin
|
Amikin
|
3.
|
Kanamisin Sulfat
|
Kanamycin Meiji
|
4.
|
Neomisin Sulfat
|
Neobiotic
|
5.
|
Streptomosin
|
Streptomycin Meiji
|
6.
|
Framisetin
|
Sofra-Tulle
Daryant-Tulle
|
4. Golongan
Kloramfenikol
NO.
|
NAMA
GENERIK
&
LATIN
|
NAMA
DAGANG
|
1.
|
Kloramfenikol
|
Colme
Chloramex
Enkacetyn
Kalmicetin
|
2.
|
Tiamfenikol
|
Urfamycin
Thiamycin
Thiambiotic
|
5. Golongan
Tetrasiklin
NO.
|
NAMA
GENERIK
& LATIN
|
NAMA DAGANG
|
1.
|
Tetrasiklin
|
Dumocycline
Supertetra
Tetrin
|
2.
|
Doksisiklin
|
Vibramycin
Dumoxin
|
3.
|
Minosiklin HCl
|
Minocin
|
4.
|
Oksitetrasiklin HCl
|
Oxytetracycline Indo Farma
Terramycin
|
6. Golongan Makrolida
NO.
|
NAMA
GENERIK
& LATIN
|
NAMA DAGANG
|
1.
|
Eritromisin
|
Erythrocin
Kalthrocin
Pharothrocin
|
2.
|
Spiramisin
|
Rovamycin
Spiradan
|
3.
|
Roxithromycin
|
Rulid
|
4
|
Azithromycin
|
Zithromax
Zycin
|
7. Golongan
Quinolon
NO.
|
NAMA
GENERIK
& LATIN
|
NAMA DAGANG
|
1.
|
Ciprofloxacin
|
Ciproxin
Baquinor
|
2.
|
Nalidixic Acid
|
Negram
|
3.
|
Ofloxacin
|
Tarivid
|
8. Golongan
Lain - Lain
NAMA
GENERIK
& LATIN
|
NAMA DAGANG
|
|
1.
|
Klindamisin Hidroklorida
|
Dalacin C
Niladacin
Lando
|
2.
|
Kolistin Sulfat
|
Colistine
|
3.
|
Metronidazol
|
Elyzol
Flagyl i.v
Nidazole
|
4.
|
Lincomycin
|
Lincocin
|
5.
|
Tinidazole
|
Fasigyn
Flatin
|
6.
|
Rifampicin
|
Kalrifam
|
B.
SEFALOSPORIN
NO
|
GENERIK
|
DAGANG
|
PABRIK
|
1
|
Sulfadiazin+Sulfamerazin
|
Trisulfa
|
Kimia Farma
|
Sulfamezatin
|
Indo Farma
|
||
2
|
Sulfacetamida Natrium
|
Albucid
|
Nicholas
|
3
|
Cotrimoksazole
|
Bactrim
|
Roche
|
(Trimetoprim+ Sulfamethoxazole)
|
Bactricid
|
ANTI
PARASITIK
1.
Anti Cacing
Obat generik, indikasi, kontra
indikasi dan efek samping
1.
Mebendazol
Indikasi
|
Infeksi tunggal maupun campuran
yang disebabkan cacing kremi, cacing tambang, cacing gelang, cacing cambuk.
|
Kontra indikasi
|
Kehamilan
(efek teratogenik) dan ibu menyusui
|
Efek samping
|
Kadang-kadang sakit perut, diare,
reaksi hipersensitiv
|
Peringatan
|
Tidak dianjurkan untuk anak di
bawah 2 tahun, kadang-kadang cacing askaris akan bermigrasi
keluar melalui hidung/ mulut selama pengobatan terutama pada anak dengan
infeksi berat.
|
Sediaan
|
Mebendazol (generik) tabl. 100 mg
|
2. Piperazin
Indikasi
|
Cacing kremi dan cacing gelang
|
Kontra indikasi
|
Gangguan
fungsi ginjal, epilepsi,kehamilan
|
Efek samping
|
Mual, muntah, kolik, diare
|
Peringatan
|
Tidak dianjurkan dipakai terus
menerus pada anak-anak (nefrotoksik)
|
Sediaan
|
Piperazin (generik) Sirup 1 gr/ 5
ml,
Tablet 300 mg, 500 mg
|
Cara Penyimpanan
|
Wadah kedap udara, terlindung dari
sinar
|
3. Pyrantel pamoat
Indikasi
|
Infeksi tunggal/ campuran cacing
gelang, cacing kremi, cacing tambang. Obat pilihan untuk cacing gelang dan
kremi
|
Kontra indikasi
|
-
|
Efek samping
|
Sangat jarang (sakit kepala,
insomnia, mual, muntah, ruam kulit)
|
Peringatan
|
Tidak untuk anak di bawah 2 tahun
|
Sediaan
|
Pyrantel Pamoat (generik)tablet
365 mg Suspensi 115 mg/5 ml
|
Cara Penyimpanan
|
Terlindung dari sinar.
|
4. Dietil karbamazin
Indikasi
|
Filariasis
|
Kontra indikasi
|
Penyakit
hati, ginjal yang berat, kehamilan
|
Efek samping
|
Menyebabkan kambuhnya malaria,
sakit kepala, pusing, mual,muntah.
|
Sediaan
|
Dietil karbamazin (generik) tabl.
1000 mg
|
Cara Penyimpanan
|
Wadah kedap udara (hidroskopis)
|
5. Albendazol
Indikasi
|
Terapi tambahan (sesudah operasi)
untuk kista hidatid atau obat primer strongiloides
|
Kontra indikasi
|
Kehamilan
|
Efek samping
|
Gangguan saluran cerna, sakit
kepala, gangguan darah.
|
Sediaan
|
Albenazol (generik) tabl. 200 mg
|
Spesialite obat-obat anti cacing:
NO
|
GENERIK dan LATIN
|
DAGANG
|
PABRIK
|
1
|
Piperazin (Piperazinum)
|
Piperacyl
|
Bode
|
Upixon
|
Bayer
|
||
2
|
Mebendazol (Mebendazolum)
|
Vermox
|
Janssen
|
3
|
Pirantel Pamoat
(Pyranteli Pamoas)
|
Combantrin
|
Pfizer
|
4
|
Levamizol HCl
|
Ascaridil
|
Janssen
|
5
|
Oxantel Pamoate+Pyrantel Pamoate
|
Quantrel
|
Pfizer
|
6
|
Dietil karbamazin
|
Filarzan
|
Mecosin
|
7
|
Albendazol
|
Helben
|
Mecosin
|
2. Anti amuba
NO.
|
NAMA GENERIK
& LATIN
|
NAMA DAGANG
|
SEDIAAN
|
PABRIK
|
1.
|
Klorokuin
Fosfat
|
Lihat
antimalaria
|
||
2.
|
Metronidazol
|
Corsagyl
Flagyl
|
250 mg,
500 mg/tablet
250 mg /
tablet
500 mg /
tablet forte
125 mg /
5ml suspensi
0,5g, 1g /
supositoria
|
Corsa
Rhone P
|
3.
|
Tinidazol
|
Fasigyn
|
500 mg /
tablet salut
|
Pfizer
|
4.
|
Nimorazol
|
Naxogin
|
250 mg,
500 mg / tablet
|
Pfizer
|
5.
|
Secnidazol
|
Sentyl
Flagentyl
|
500 mg /
kapsul
500 mg /
tablet
|
Sunthi
Sempuri
Rhone P.
|
4. Anti jamur (fungistatika)
ANTI
JAMURNO
|
GENERIK dan LATIN
|
DAGANG
|
PABRIK
|
1
|
Amfoterisin
|
Amphotec
|
Astra Zeneca Indonesia
|
Fungizone
|
Squibb Indonesia
|
||
2
|
Nistatin/Nursein
|
Candistatin
|
Pharos
|
(Nystatinum DOEN)
|
Flagystatin
|
Rhone Poulenc
|
|
Mycostatin
|
Squibb Indonesia.
|
||
3
|
Ketokonazol
|
Mycoral
|
Kalbe farma
|
(Ketoconazolum DOEN)
|
Nizoral
|
Johnson & Johnson Ind
|
|
4
|
Griseofulvin/Fulvicin
|
Fulcin
|
Zeneca
|
(Griseofulvinum)
|
Grivin
|
Phapros
|
|
5
|
Clotrimazole
|
Canesten
|
Bayer
|
Canesten UT
|
|||
Canesten SD
|
|||
6
|
Miconazole
|
Daktarin
|
Janssen
|
Mexoderm
|
Konimex
|
||
7
|
Itraconazole
|
Sporanox
|
Janssen
|
ANTI VIRUS :
NO.
|
NAMA GENERIK
& LATIN
|
NAMA DAGANG
|
SEDIAAN
|
PABRIK
|
1.
|
Asiklovir
|
Clinovir
Poviral
|
Cream 5 %
Eye
ointment 30mg/g
Cream
500mg/g
|
Pharos
Kalbe
Farma
|
2.
|
Methisoprinol
|
Isoprinosine
|
500mg/tablet
250mg/5ml
syrup
|
Darya -
Varia
|
5 ANTI NEOPLASTIKA (sitostatika)
Spesialite
kemoterapi :
NO.
|
NAMA GENERIK
& LATIN
|
NAMA DAGANG
|
SEDIAAN
|
PABRIK
|
1.
|
Doksorubisin
Hidroklorida
|
Adriamycin
RD
|
10mg,
50mg/vial
|
Carlo Erba
|
2.
|
Fluorourasil
|
Adrucil
|
250mg/5ml
vial
500mg/10ml
vial
|
Carlo erba
|
3.
|
Bleomisin
sulfat
|
Bleocin
|
15mg/ampul
|
Kalbe
Farma
|
4.
|
Sisplatin
|
Cisplatin
|
10mg/ 20ml
vial
|
Kalbe
Farma
|
5.
|
Siklofosfamida
|
Endoxan
|
200mg,
500mg,1g/vial
|
Asta
|
6.
|
Metotreksat
|
Farmitrexat
|
2,5mg/tablet
5mg, 50mg/
vial
|
Carlo Erba
|
7.
|
Sitarabin
|
Erbabin
|
100 mg /
ml vial
|
Kalbe
Farma
|
8.
|
Vinkristin
Sulfat
|
Krebin
|
1mg/ml
ampul
|
Kalbe
Farma
|
9.
|
Vinblastin
Sulfat
|
Vinblatine
Sulphate DBL
|
1mg/ml
ampul
|
Tempo Scan
Pacific
|
1.Anti
TBC
No
|
Generik
dan Latin
|
Dagang
|
Pabrik
|
||||||
1
|
Isoniazid
|
INH Ciba
Pehadoxin
Inoxin
|
Sandoz
Phapros
Dexa Medica
|
||||||
2
|
Rifampisin
|
Rif
Rifamtibi
|
Armoxindo
Sanbe
|
||||||
3
|
Pirazinamid
|
Pezeta-Ciba 500
Prazina
|
Sandoz
Armoxindo
|
||||||
4
|
Ethambutol HCL
|
Cetabutol
Etibi
|
Soho
Rocella
|
||||||
5
|
Isoniazida + Vit B6
|
Pehadoxin
Inoxin
|
Phapros
Dexa Medica
|
||||||
6
|
INH + Vit B6 +
Ethambutol
|
Intam 6
Metham
Mycotambin-INH forte
|
Aventis
Promed Rahardjo
United American
|
||||||
7
|
Rifampicin + INH
|
Rimactazid
Ramicin-Iso
|
Sandoz
Westmont Medifarma
|
||||||
3.
Anti Lepra
NO.
|
NAMA GENERIK
|
NAMA DAGANG
|
SEDIAAN
|
PABRIK
|
1.
2.
3
|
Diamino
Difenil Sulfon (DDS)
Clofazimine
Rifampicin
|
Dapson
Lamprene
Lihat obat
TBC
|
100 mg /
tablet
50 mg
& 100 mg / tablet
|
Indofarma
Novartis
|