Jumat, 19 Desember 2014

 ILMU FARMASIS FARMAKOLOGI 

  • FARMAKOLOGI  
  • Pengertian ...  Farmakologi adalah Ilmu yang mempelajari§ interaksi antara obat dengan konstituen tubuh hingga timbul suatu efek terapi.  Ruang Lingkup Farmakologi :§ 1. Farmakokinetika 2. Farmakodinamika 3.Toksikologi 4. interaksi Obat
  • FARMAKOKINETIKA  Farmakokinetik adalal aspek farmakologi§ yang mencakup nasip obat dalam tubuh yaitu absorpsi, distribusi, metabolisme dan ekskresi.  Dalam tubuh manusia, obat harus menembus§ sawar (barrier) sel di berbagai jaringan.  Peristiwa penting dalam proses§ farmakokinetik ialah transport lintas membran 
  • ABSOBSI  Absorbsi adalah perpindahan obat dari§ tempat aplikasi (pemberian) ke dalam sirkulasi sistemik (peredarar darah)  Absobsi adalah proses penyerapan obat dari§ tempat pemberian, menyangkut kelengkapan dan kecepatan proses tersebut
  • Faktor-faktor yang mempengaruhi absorpsi obat antara lain : 1. kecepatan disolusi obat 2. ukuran partikel 3. kelarutan dalam lipid 7. motilitas usus 8. pengaruh makanan atau obat lainya 9. cara/rute pemberian
  • DISTRIBUSI  Distribusi obat ke seluruh tubuh terjadi pada§ saat obat mencapai sirkulasi darah  Distribusi obat dibedakan atas dua fase§ berdasarkan penyebarannya di dalam tubuh : 1. Fase pertama 2. Fase kedua
  • 1. Fase pertama terjadi segera setelah penyerapan, yaitu ke organ yang perfusinya sangat baik misalnya jantung, hati, ginjal, dan otak 2. Fase Kedua fese distribusi ini jauh lebih luas yaitu mencakup jaringan yang perfusinya tidak begitu baik misalnya otot, kulit dan jaringan lemak
  •  Distribusi atau air 4. ionisasi 5. aliran darah pada tempat absorpsi 6. kecepatan pengosongan lambung obat ke dalam Sistem Saraf Pusat§ (SSP) dibatasi karena terdapat sawar darah otak (blood brain barrier) yang terdiri dari pembuluh darah kapiler dengan dinding tebal sehingga membatasi pergerakan molekul obat masuk ke dalam jaringan otak.  Sawar (pengahalang) ini juga berindak§ sebagai membran selektif permeabel yang menjaga SSP
  • BIOTRANSFORMASI  Biotransformasi atau metabolisme obat ialah§ proses perubahan struktur kimia obat yang terjadi dalam tubuh dan dikatalis oleh enzim  Pada proses ini molekul obat diubah menjadi§ lebih polar atau mudah larut dalm air (hidrofilik) sehingga lebih mudah diekskresikan melalui ginjal  Obat akan menjdi inaktif sehingga§ biotransformasi berperan dalam mengakhiri kerja obat
  • EKSKRESI  Obat yang di keluarkan dari tubuh berbagai§ organ ekskresi dalam bentuk metabolit hasil biotransformasi  Ekskresi obat melalui :§ 1. Ginjal 2. Empedu atau usus 3. Paru-paru
  • Ekskresi Melalui Gijnal  Ginjal merupakan organ ekskresi yang§ terpenting  Ekskresi di ginjal merupakan resultante dari 3§ proses, yakni : 1. Filtrasi di glomerolus 2. Reabsorbsi tubulus 3. Sekresi tubulus
  • Ekskresi melalui empedu atau usus  Senyawa obat yang di ekskresikan dengan§ empedu yaitu senyawa yang memiliki bobot molekul lebih dari 500 dan metabolit yang dikeluarkan bersama menuju usus  Senyawa dengan bobot molekul 300 lebih§ baik diekskresikan dalam ginjal  Contoh obat :§ Ampisilin, Rimfampisin, tetrasiklin
  •  dalam usus, konjugat yang disekskresikan§ melalui empedu sebagian diuraikan lagi dan sebagaian besar direabsorbsi.  Ekskresi senyawa obat melalu usus jarang§ terjadi  Jika ekskresi terjadi, disebabkan oleh§ absorbsi yang kurang sempurna atauekresi melalui empedu tanpa reabsorbsi
  • Ekresi melalui paru-paru  Selain sebagai alat pernafasan paru-paru juga§ berfungsi sebagai alat pengeluaran  Zat yang di keluarkan oleh paru-paru adalah§ karbon dioksida (CO2) dan uap air (H2O)
  • FARMAKODINAMIKA  Farmakodinamik adalah cabang ilmu yang§ mempelajari efek biokimiawi dan fisiolagi obat serta mekanisme kerjanya.
  • Mekanisme Kerja Obat  Efek obat umumnya timbul karena interaksi§ obat dengan reseptor pada sel suatu organisme  Adanya interaksi obat dan reseptor§ mencetus perubahan biokimiawi dan fisiologi yang merupakan respon khas dari obat  Reseptor obat merupakan komponen§ makromolekul fungsional yang mencakup 2 komponen penting
  •  Pertama, obat dapat mengubah kecepatan§ kegiatan faal tubuh  Kedua, obat tidak menimbulkan suatu fungsi§ baru tetapi hanya memodulasi fungsi yang sudah ada.
  • Reseptor Obat  Reseptor dibagian ekternal memiliki§ beberapa tempat ikatan, dari beberapa tempat tersebut ada yang merupakan “site active” obat. Sementara tempat lain dapat merupakan pendukung aktivitas bila ditempati oleh molekul sesuai  Dikenal adanya agonis, agonis alosterik,§ agonis parsial, antagonis kompetitif, antagonis non kompetitif, antagonis non kompetitif dan antagonis alosterik
  • Agonis  Suatu senyawa (obat/senyawa lain) yang§ dapat terikat pada reseptor pada “site active” dan menghasilkan sinyal yang sama dengan ligan atau senyawa endogen  Sinyal yang timbul dapat lebih dari satu sinyal§ yang nantinya akan merubah hantaran ionik dan kemudian mengaktifkan enzim  Kekuatan sinyal yang ditimbulkan tergantung§ dari total reseptor yang berhasil ditempati oleh senyawa obat tersebut
  • Alosterik Aktivator  Suatu senyawa yang terikat pada”site” lain pada§ reseptor yang sama dan memberikan efek yang memperkuat sinyal yang diberikan oleh agonis  Ada istilah agonis parsial yang pada intinya§ adalah senyawa agonis yang memiliki sebagian molekul yang sesuai dengan struktur dari “site active” reseptor, bagian selebihnya tidak sesuai dengan struktur reseptor atau sesuai dengan “site” lain dari reseptor tersebut
  • Antagonis Kompetitif  Suatu senyawa yang dapat terikat pada “site§ active” reseptor dan bertindak sebagai kompetitor terhadap senyawa endogen atau kompetitor agonis  Senyawa antagonis umumnya memblok§ sinyal yang diberikan oleh agonis  Karena sifatnya kompetitif sehingga jumlah§ yang lebih tinggi yang akan menang dalam persaingan ini
  • Antagonis Alosterik  Sering dikenal dengan antagonis non§ kompetitif  Senyawa ini dapat terikat di “site” lain dari§ reseptor dan hasil ikatanya akan memberikan penguatan efek bloking yang diberikan oleh antagonis kompetitif
  • Istilah Penting dalam Farmakologi  Zat aktif : Suatu bahan yang menyebabkan§ perubahan fungsi biologi di dalam tubuh melalui reaksi kimia  Indikasi : Petunjuk kegunaan obat dalam§ pengobatan ex : obat paracetamol diindikasikan untuk



  • FARMAKOLOGI
  • Pengertian ...  Farmakologi adalah Ilmu yang mempelajari§ interaksi antara obat dengan konstituen tubuh hingga timbul suatu efek terapi.  Ruang Lingkup Farmakologi :§ 1. Farmakokinetika 2. Farmakodinamika 3.Toksikologi 4. interaksi Obat
  • menurunkan demam/panas, meringankan rasa sakit pada kepala dll
  • Kerja suatu obat umumnya didasari suatu§ rangkaian reaksi, yang dibagi dalam tiga fase : 1. fase farmaseutik 2. fase farmakokinetika 3. fase farmakodinamika
  • Fase Farmasetika  Pada fase ini meliputi hancurnya bentuk§ sediaan obat dan melarutnya bahan obat.  Obat yang melalui fase ini kebayakan bentuk§ sediaan padat sehingga pada fase ini ditentukan oleh sifat-sifat galenik obat
  • Fase Farmakokinetika  Pada fase ini tersiri dari proses invasi dan§ evasi  Invasi ialah proses-proses yang berlangsung§ pada pengambilan suatu bahan obat ke dalam organisme (absorpsi, distribusi)  Evasi (eliminasi) merupakan proses-proses§ yang menyebabkan penurunan konsentrasi obat dalam organisme (biotrasformasi, ekskresi)
  • Fase Farmakodinamika Pada fase ini merupakan interaksi obat- reseptor dan juga proses-proses yang terlibat dimana akhir dari efek farmakologi terjadi
  • FARMAKOKINETIKA  Farmakokinetik adalal aspek farmakologi§ yang mencakup nasip obat dalam tubuh yaitu absorpsi, distribusi, metabolisme dan ekskresi.  Dalam tubuh manusia, obat harus menembus§ sawar (barrier) sel di berbagai jaringan.  Peristiwa penting dalam proses§ farmakokinetik ialah transport lintas membran 
  • ABSOBSI  Absorbsi adalah perpindahan obat dari§ tempat aplikasi (pemberian) ke dalam sirkulasi sistemik (peredarar darah)  Absobsi adalah proses penyerapan obat dari§ tempat pemberian, menyangkut kelengkapan dan kecepatan proses tersebut
  • Faktor-faktor yang mempengaruhi absorpsi obat antara lain : 1. kecepatan disolusi obat 2. ukuran partikel 3. kelarutan dalam lipid atau air 4. ionisasi 5. aliran darah pada tempat absorpsi 6. kecepatan pengosongan lambung 7. motilitas usus 8. pengaruh makanan atau obat lainya 9. cara/rute pemberian
  • DISTRIBUSI  Distribusi obat ke seluruh tubuh terjadi pada§ saat obat mencapai sirkulasi darah  Distribusi obat dibedakan atas dua fase§ berdasarkan penyebarannya di dalam tubuh : 1. Fase pertama 2. Fase kedua
  • 1. Fase pertama terjadi segera setelah penyerapan, yaitu ke organ yang perfusinya sangat baik misalnya jantung, hati, ginjal, dan otak 2. Fase Kedua fese distribusi ini jauh lebih luas yaitu mencakup jaringan yang perfusinya tidak begitu baik misalnya otot, kulit dan jaringan lemak
  •  Distribusi obat ke dalam Sistem Saraf Pusat§ (SSP) dibatasi karena terdapat sawar darah otak (blood brain barrier) yang terdiri dari pembuluh darah kapiler dengan dinding tebal sehingga membatasi pergerakan molekul obat masuk ke dalam jaringan otak.  Sawar (pengahalang) ini juga berindak§ sebagai membran selektif permeabel yang menjaga SSP
  • BIOTRANSFORMASI  Biotransformasi atau metabolisme obat ialah§ proses perubahan struktur kimia obat yang terjadi dalam tubuh dan dikatalis oleh enzim  Pada proses ini molekul obat diubah menjadi§ lebih polar atau mudah larut dalm air (hidrofilik) sehingga lebih mudah diekskresikan melalui ginjal  Obat akan menjdi inaktif sehingga§ biotransformasi berperan dalam mengakhiri kerja obat
  • EKSKRESI  Obat yang di keluarkan dari tubuh berbagai§ organ ekskresi dalam bentuk metabolit hasil biotransformasi  Ekskresi obat melalui :§ 1. Ginjal 2. Empedu atau usus 3. Paru-paru
  • Ekskresi Melalui Gijnal  Ginjal merupakan organ ekskresi yang§ terpenting  Ekskresi di ginjal merupakan resultante dari 3§ proses, yakni : 1. Filtrasi di glomerolus 2. Reabsorbsi tubulus 3. Sekresi tubulus
  • Ekskresi melalui empedu atau usus  Senyawa obat yang di ekskresikan dengan§ empedu yaitu senyawa yang memiliki bobot molekul lebih dari 500 dan metabolit yang dikeluarkan bersama menuju usus  Senyawa dengan bobot molekul 300 lebih§ baik diekskresikan dalam ginjal  Contoh obat :§ Ampisilin, Rimfampisin, tetrasiklin
  •  dalam usus, konjugat yang disekskresikan§ melalui empedu sebagian diuraikan lagi dan sebagaian besar direabsorbsi.  Ekskresi senyawa obat melalu usus jarang§ terjadi  Jika ekskresi terjadi, disebabkan oleh§ absorbsi yang kurang sempurna atauekresi melalui empedu tanpa reabsorbsi
  • Ekresi melalui paru-paru  Selain sebagai alat pernafasan paru-paru juga§ berfungsi sebagai alat pengeluaran  Zat yang di keluarkan oleh paru-paru adalah§ karbon dioksida (CO2) dan uap air (H2O)
  • FARMAKODINAMIKA  Farmakodinamik adalah cabang ilmu yang§ mempelajari efek biokimiawi dan fisiolagi obat serta mekanisme kerjanya.
  • Mekanisme Kerja Obat  Efek obat umumnya timbul karena interaksi§ obat dengan reseptor pada sel suatu organisme  Adanya interaksi obat dan reseptor§ mencetus perubahan biokimiawi dan fisiologi yang merupakan respon khas dari obat  Reseptor obat merupakan komponen§ makromolekul fungsional yang mencakup 2 komponen penting
  •  Pertama, obat dapat mengubah kecepatan§ kegiatan faal tubuh  Kedua, obat tidak menimbulkan suatu fungsi§ baru tetapi hanya memodulasi fungsi yang sudah ada.
  • Reseptor Obat  Reseptor dibagian ekternal memiliki§ beberapa tempat ikatan, dari beberapa tempat tersebut ada yang merupakan “site active” obat. Sementara tempat lain dapat merupakan pendukung aktivitas bila ditempati oleh molekul sesuai  Dikenal adanya agonis, agonis alosterik,§ agonis parsial, antagonis kompetitif, antagonis non kompetitif, antagonis non kompetitif dan antagonis alosterik
  • Agonis  Suatu senyawa (obat/senyawa lain) yang§ dapat terikat pada reseptor pada “site active” dan menghasilkan sinyal yang sama dengan ligan atau senyawa endogen  Sinyal yang timbul dapat lebih dari satu sinyal§ yang nantinya akan merubah hantaran ionik dan kemudian mengaktifkan enzim  Kekuatan sinyal yang ditimbulkan tergantung§ dari total reseptor yang berhasil ditempati oleh senyawa obat tersebut
  • Alosterik Aktivator  Suatu senyawa yang terikat pada”site” lain pada§ reseptor yang sama dan memberikan efek yang memperkuat sinyal yang diberikan oleh agonis  Ada istilah agonis parsial yang pada intinya§ adalah senyawa agonis yang memiliki sebagian molekul yang sesuai dengan struktur dari “site active” reseptor, bagian selebihnya tidak sesuai dengan struktur reseptor atau sesuai dengan “site” lain dari reseptor tersebut
  • Antagonis Kompetitif  Suatu senyawa yang dapat terikat pada “site§ active” reseptor dan bertindak sebagai kompetitor terhadap senyawa endogen atau kompetitor agonis  Senyawa antagonis umumnya memblok§ sinyal yang diberikan oleh agonis  Karena sifatnya kompetitif sehingga jumlah§ yang lebih tinggi yang akan menang dalam persaingan ini
Antagonis Alosterik  Sering dikenal dengan antagonis non§ kompetitif  Senyawa ini dapat terikat di “site” lain dari§ reseptor dan hasil ikatanya akan memberikan penguatan efek bloking yang diberikan oleh antagonis kompetitif
KEMOTERAPETIKA dalam FARMAKOLOGI
Yang termasuk kelompok kemoterapi adalah:
a)     Antibiotika
b)     Sulfonamide
c)     Anti Malaria
d)     Anti Amoeba
e)     Anthelmintika(Anti cacing)
f)      Anti Vius
g)     Anti Jamur
h)     Anti Neoplastika (sitostatika)
i)       Anti TBC
j)       Anti Lepra

A.    antibiotik

1. Golongan Penicillin (golongan beta laktam)
NO.
NAMA GENERIK
& LATIN
NAMA DAGANG
1.
Benzyl Penicillin
Procaine Penicillin-G
2.
Penisilin V
( Phenoxymethyl Penicillin )
Fenocin
Ospen
3.
Ampisilin
Penbritin





Kalpicillin

Omnipen


3.
Ampisilin
Viccillin

4.
Amoksisilin
Amoxil



5.
Co-amoxyclav
(Amoksisilin + As.clavulanat )
Augmentin
6.
Sultamicillin
( Ampicillin +  Sulbactam )
Unasyn
7.
Kloksasilin
Ikaclox



2.         Golongan Sefalosporin  (golongan beta laktam)
NO.
NAMA GENERIK
& LATIN
NAMA DAGANG
1.
Sefadroksil
Duricef




Cefat
2.
Sefotaksim
Claforan
3.
Sefaleksin
Tepaxin
4
Sefriakson
Rocephin
5.
Sefradin
Velosef
6.
Sefuroksim
Zinnat

3.  Golongan Aminoglikosida


NO.
NAMA GENERIK
& LATIN
NAMA DAGANG
1.
Gentamisin Sulfat
Garamycin
2.
Amikasin
Amikin
3.
Kanamisin Sulfat
Kanamycin Meiji
4.
Neomisin Sulfat
Neobiotic
5.
Streptomosin
Streptomycin Meiji
6.
Framisetin
Sofra-Tulle
Daryant-Tulle
4.         Golongan Kloramfenikol
NO.
NAMA GENERIK
& LATIN
NAMA DAGANG
1.
Kloramfenikol

Colme
Chloramex
Enkacetyn
Kalmicetin
2.
Tiamfenikol

Urfamycin
Thiamycin
Thiambiotic
5.         Golongan Tetrasiklin
NO.
NAMA GENERIK
& LATIN
NAMA DAGANG
1.
Tetrasiklin
Dumocycline
Supertetra
Tetrin
2.
Doksisiklin
Vibramycin
Dumoxin
3.
Minosiklin HCl
Minocin
4.
Oksitetrasiklin HCl
Oxytetracycline Indo Farma
Terramycin




6.  Golongan Makrolida
   
NO.
NAMA GENERIK
& LATIN
NAMA DAGANG
1.
Eritromisin
Erythrocin


Kalthrocin
Pharothrocin
2.
Spiramisin
Rovamycin
Spiradan
3.
Roxithromycin
Rulid
4
Azithromycin
Zithromax

Zycin

7.         Golongan Quinolon
NO.
NAMA GENERIK
& LATIN
NAMA DAGANG
1.
Ciprofloxacin
Ciproxin



Baquinor
2.
Nalidixic Acid
Negram
3.
Ofloxacin
Tarivid
8.         Golongan Lain - Lain
               
NAMA GENERIK
& LATIN
NAMA DAGANG
1.
Klindamisin Hidroklorida
Dalacin C
Niladacin
Lando
2.
Kolistin Sulfat
Colistine
3.
Metronidazol
Elyzol
Flagyl i.v
Nidazole
4.
Lincomycin
Lincocin
5.
Tinidazole
Fasigyn
Flatin
6.
Rifampicin
Kalrifam
B.     SEFALOSPORIN

NO
GENERIK
DAGANG
PABRIK
     1        
Sulfadiazin+Sulfamerazin
Trisulfa
Kimia Farma
Sulfamezatin
Indo Farma
     2
Sulfacetamida Natrium
Albucid
Nicholas
     3
Cotrimoksazole
Bactrim
Roche
(Trimetoprim+ Sulfamethoxazole)
Bactricid



ANTI PARASITIK
1.      Anti Cacing
Obat generik, indikasi, kontra indikasi dan efek samping
1. Mebendazol
Indikasi
Infeksi tunggal maupun campuran yang disebabkan cacing kremi, cacing tambang, cacing gelang, cacing cambuk.
Kontra indikasi
Kehamilan (efek teratogenik) dan ibu menyusui
Efek samping
Kadang-kadang sakit perut, diare, reaksi hipersensitiv
Peringatan
Tidak dianjurkan untuk anak di bawah 2 tahun, kadang-kadang cacing   askaris akan bermigrasi keluar melalui hidung/ mulut selama pengobatan terutama pada anak dengan infeksi berat.
Sediaan
Mebendazol (generik) tabl. 100 mg

2. Piperazin
Indikasi
Cacing kremi dan cacing gelang
Kontra indikasi
Gangguan fungsi ginjal, epilepsi,kehamilan
Efek samping
Mual, muntah, kolik, diare
Peringatan
Tidak dianjurkan dipakai terus menerus pada anak-anak (nefrotoksik)
Sediaan
Piperazin (generik) Sirup 1 gr/ 5 ml,
Tablet 300 mg, 500 mg
Cara Penyimpanan
Wadah kedap udara, terlindung dari sinar


3. Pyrantel pamoat
Indikasi
Infeksi tunggal/ campuran cacing gelang, cacing kremi, cacing tambang. Obat pilihan untuk cacing gelang dan kremi
Kontra indikasi
-
Efek samping
Sangat jarang (sakit kepala, insomnia, mual, muntah, ruam kulit)
Peringatan
Tidak untuk anak di bawah 2 tahun
Sediaan
Pyrantel Pamoat (generik)tablet 365 mg Suspensi      115  mg/5 ml
Cara Penyimpanan
Terlindung dari sinar.

4. Dietil karbamazin
Indikasi
Filariasis
Kontra indikasi
Penyakit hati, ginjal yang berat, kehamilan
Efek samping
Menyebabkan kambuhnya malaria, sakit kepala, pusing, mual,muntah.
Sediaan
Dietil karbamazin (generik) tabl. 1000 mg
Cara Penyimpanan
Wadah kedap udara (hidroskopis)

5. Albendazol
Indikasi
Terapi tambahan (sesudah operasi) untuk kista hidatid atau obat primer strongiloides
Kontra indikasi
Kehamilan
Efek samping
Gangguan saluran cerna, sakit kepala, gangguan darah.
Sediaan
Albenazol (generik) tabl. 200 mg


Spesialite obat-obat anti cacing:
NO
GENERIK dan LATIN
DAGANG
PABRIK
1
Piperazin (Piperazinum)
Piperacyl
Bode
Upixon
Bayer
2
Mebendazol (Mebendazolum)
Vermox
Janssen
3
Pirantel Pamoat
(Pyranteli Pamoas)
Combantrin
Pfizer
4
Levamizol HCl
Ascaridil
Janssen
5
Oxantel Pamoate+Pyrantel Pamoate
Quantrel
Pfizer
6
Dietil karbamazin
Filarzan
Mecosin
7
Albendazol
Helben
Mecosin
2. Anti amuba

NO.
NAMA GENERIK
& LATIN
NAMA DAGANG
SEDIAAN
PABRIK
1.
Klorokuin Fosfat
Lihat antimalaria
2.
Metronidazol
Corsagyl

Flagyl
250 mg, 500 mg/tablet

250 mg / tablet
500 mg / tablet forte
125 mg / 5ml suspensi
0,5g, 1g / supositoria
Corsa

Rhone P
3.
Tinidazol
Fasigyn
500 mg / tablet salut
Pfizer
4.
Nimorazol
Naxogin
250 mg, 500 mg / tablet
Pfizer
5.
Secnidazol
Sentyl
Flagentyl
500 mg / kapsul
500 mg / tablet
Sunthi Sempuri
Rhone P.
4. Anti jamur (fungistatika)

ANTI JAMURNO
GENERIK dan LATIN
DAGANG
PABRIK
1
Amfoterisin
Amphotec
Astra Zeneca Indonesia
Fungizone
Squibb Indonesia
2
Nistatin/Nursein
Candistatin
Pharos
(Nystatinum DOEN)
Flagystatin
Rhone Poulenc
Mycostatin
Squibb Indonesia.
3
Ketokonazol
Mycoral
Kalbe farma
(Ketoconazolum DOEN)
Nizoral
Johnson & Johnson Ind
4
Griseofulvin/Fulvicin
Fulcin
Zeneca
(Griseofulvinum)
Grivin
Phapros
5
Clotrimazole
Canesten
Bayer
Canesten UT
Canesten SD
6
Miconazole
Daktarin
Janssen
Mexoderm
Konimex
7
Itraconazole
Sporanox
Janssen


ANTI VIRUS  :
NO.
NAMA GENERIK
& LATIN
NAMA DAGANG
SEDIAAN
PABRIK
1.
Asiklovir
Clinovir
Poviral
Cream 5 %
Eye ointment 30mg/g
Cream  500mg/g
Pharos
Kalbe Farma

2.
Methisoprinol
Isoprinosine
500mg/tablet
250mg/5ml syrup
Darya - Varia

5 ANTI NEOPLASTIKA (sitostatika)
Spesialite kemoterapi :
NO.
NAMA GENERIK
& LATIN
NAMA DAGANG
SEDIAAN
PABRIK
1.
Doksorubisin Hidroklorida
Adriamycin RD
10mg, 50mg/vial
Carlo Erba
2.
Fluorourasil
Adrucil
250mg/5ml vial
500mg/10ml vial
Carlo erba

3.
Bleomisin sulfat
Bleocin
15mg/ampul
Kalbe Farma
4.
Sisplatin
Cisplatin
10mg/ 20ml vial
Kalbe Farma
5.
Siklofosfamida
Endoxan
200mg, 500mg,1g/vial
Asta
6.
Metotreksat
Farmitrexat
2,5mg/tablet
5mg, 50mg/ vial
Carlo Erba
7.
Sitarabin

Erbabin
100 mg / ml vial
Kalbe Farma
8.
Vinkristin Sulfat
Krebin
1mg/ml ampul
Kalbe Farma
9.
Vinblastin Sulfat
Vinblatine Sulphate DBL
1mg/ml ampul
Tempo Scan Pacific
1.Anti TBC


No
Generik dan Latin
Dagang
Pabrik


1
Isoniazid
INH Ciba
Pehadoxin
Inoxin
Sandoz
Phapros
Dexa Medica


2
Rifampisin
Rif
Rifamtibi
Armoxindo
Sanbe


3
Pirazinamid
Pezeta-Ciba 500
Prazina
Sandoz
Armoxindo


4
Ethambutol HCL
Cetabutol
Etibi
Soho
Rocella


5
Isoniazida + Vit B6
Pehadoxin
Inoxin
Phapros
Dexa Medica


6
INH + Vit B6 + Ethambutol
Intam 6
Metham
Mycotambin-INH forte
Aventis
Promed Rahardjo
United American


7
Rifampicin + INH
Rimactazid
Ramicin-Iso
Sandoz
Westmont Medifarma

3.      Anti Lepra
NO.
NAMA GENERIK
NAMA DAGANG
SEDIAAN
PABRIK
1.


2.

3
Diamino Difenil Sulfon (DDS)

Clofazimine

Rifampicin
Dapson


Lamprene

Lihat obat TBC
100 mg / tablet


50 mg & 100 mg / tablet
Indofarma


Novartis